Abdimas di Desa Sibaganding Pahae Julu – Fakultas Teknik UNITA Gagas Pembuatan Alat Perontok Jagung

Fakultas Teknik Program studi (Prodi) Teknik Industri, Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA) membuat gagasan berupa alat mesin perontok jagung sederhana, dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (Abdimas) di Desa Sibaganding, Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Jumat, (24/2).
Hal itu, untuk meningkatkan minat petani dalam membudidayakan dan memproduksi tanaman jagung terkhusus di Desa Sibaganding.
Menurut Sahat Dapottua Sitompul ST MT selaku Dekan Fakultas Teknik, mesin perontok jagung sederhana itu merupakan karya mahasiswa Teknik Industri dimana dalam pembuatannya dipandu oleh tim Dosen Abdimas.
“Hingga akhirnya, kami bersama tim Dosen Abdimas sepakat menggagas alat perontok jagung dan tidak ingin menyia-nyiakan potensi tersebut dengan berupaya mencari solusi yang efektif,” ucap Dekan Sahat, sebagaimana dalam rilis resmi yang diterima SIB, Minggu, (26/2).
Dijelaskan, alat itu memiliki kapasitas produksi sekitar 30 hingga 50 kilogram per jam dan kemudahan dalam menggunakan alat itu bisa digunakan siapa saja.
Mengawali Abdimas, narasumber Pembantu Dekan (PD I) Teknik, Drs Roberth Harianja MSi menyampaikan materi dengan topik, Pengenalan Kampus UNITA yang pada intinya bahwa visi dan misi Prodi Teknik Industri adalah mencetak sarjana teknik yang berkualitas dan mampu mengembangkan dan merekayasa teknologi Industri Kecil dan Menengah (IKM) dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
Sedangkan narasumber PD II Teknik, Rina Handayani SP MM menyampaikan materi dengan topik, Pengenalan Alat Pipil Jagung Sederhana.
Dikatakan, manfaat dari alat pipil jagung sederhana bisa membantu petani jagung menengah ke bawah untuk memipil jagung lebih cepat dan ergonomis serta menghemat biaya memipil jagung.
Dijelaskan, dalam memipil jagung juga petani biasanya menggunakan tenaga manual atau pun menggunakan jasa menyewa mesin motor jagung yang pada umumnya terkendala dengan biaya yang tidak sesuai dengan jumlah jagung yang dihasilkan.
Oleh karenanya, atas kehadiran alat pipil jagung sederhana itu maka petani jagung menengah kebawah lebih termotivasi untuk membudidayakan tanaman jagung di Desa Sibaganding.
Berikutnya, narasumber Dosen Teknik, Juki Siregar ST MM menyampaikan materi dengan topik, Komponen dan Penggunaan Alat Pipil Jagung Sederhana.
Menurutnya, ada beberapa komponen alat pipil jagung yakni, motor penggerak, bantalan, sistem transmisi, sabuk dan puli.
Selanjutnya narasumber terakhir yang turut diundang oleh Fakultas Teknik, Kordinator Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Pahae Julu, Jhony Bangun Silitonga SP dalam materi yang dibawakan dengan topik, Cara Pembudidayaan Jagung.
Ia menyarankan, agar para petani terlebih dahulu mencari benih jagung yang baik, menggunakan waktu pemberian pupuk tanaman harus tepat dan memperhatikan ukuran jarak tanam dengan tujuan agar tanaman jagung terbebas dari serangan hama tikus.
Usai penyampaian beberapa materi dari masing-masing narasumber, kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab seputar budidaya jagung, pengenalan alat perontok jagung serta penyerahan alat perontok jagung kepada Desa Sibaganding yang diterima Kepala Desa Remon Sitompul. Turut hadir juga Dosen Teknik Rinto Sihotang ST MT
Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *