Abdimas di Desa Nagasaribu II Lintongnihuta Humbahas Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian UNITA Sampaikan Cara Mengukur pH Tanah

Tapanuli Utara (SIB)
Dosen Program Studi (Prodi) Agroteknologi Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA), Lambok Simatupang SP MP menyampaikan, cara mengukur kebutuhan pH tanah (derajat keasaman) dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (Abdimas) di Desa Nagasaribu II, Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten Humbahas, belum lama ini
Dalam rilis berita yang diterima SIB dari Dosen Lambok, Jumat (4/8) kegiatan Abdimas tersebut hadir dengan tema, “Pengenalan Alat Pengukur pH Dalam Penentuan Aplikasi Kapur Pertanian serta Budidaya Hortikultura” dengan pelaksanaan dua hari yakni, tanggal 17-18 Juli 2023.
Menurut narasumber Lambok , dengan mengetahui pH tanah maka secara tidak langsung para petani dapat memberikan kondisi tanah yang sesuai untuk tanaman dengan tujuan agar para petani tidak sia-sia memberikan pupuk sebelum bercocok tanam.
Dikatakannya, pH tanam merupakan ukuran keasaman atau kebasaan tanah dengan nilai skala 4,0-6,0 (tanah asam) hingga 12,0 (tanah basa) sedangkan pH tanam yang baik berada di skala 6,0-7,0.
Dijelaskan, ketika pH tanah sangat tinggi atau rendah dan tanaman yang tumbuh di dalam mungkin mengalami kekurangan nutrisi atau keracunan, maka para petani bisa memperbaiki dari waktu ke waktu dengan cara menambahkan bahan tertentu pada komposisi kimia tanah yakni, kapur.
“Sebaliknya, untuk tanah yang memiliki pH rendah atau di bawah 7,0 maka kondisi tanaman pada umumnya kekurangan unsur Hara Makro Seperti, NPK, Ca dan Mg. Sedangkan pada kondisi pH di atas 7.0 maka kondisi tanaman kekurangan unsur Hara mikro seperti Fe, Zn dan Mn,” ucapnya.
Intinya dalam upaya perbaikan tanah dalam pertanian katanya, para petani perlu melakukan pemberian kapur pertanian untuk menaikkan pH tanah. Sebab, selain perbaikan pH, kapur pertanian juga mengandung kalsium yang merupakan unsur penting dalam tubuh tanaman.
Selain itu, narasumber Ir Lasminar Siahaan MSi yang juga dosen FP menampilkan bagaimana pertanian ramah lingkungan yang pada intinya menyampaikan, agar hasil produksi aman untuk lingkungan dan untuk dikonsumsi masyarakat.
Sebelumnya, Rektor UNITA, Dr Ir Adriani MP dalam sambutannya mengemukakan, kegiatan Abdimas bertujuan dalam rangka memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi di FP
“Dengan kegiatan seperti ini diharapkan ada dampak yang dimunculkan, terutama bagi para petani di Nagasaribu II. Kecamatan Lintongnihuta,” sebut Rektor Adriani.
Di bagian lain, Kepala Desa Nagasaribu II, Lintong JF Nababan dalam sambutannya mengaku sangat senang atas kedatangan tim Abdimas FP UNITA sebab telah memberikan informasi tentang alat pengukur pH tanah.
Usai pelaksanaan kegiatan Abdimas, para tim dari FP, masyarakat dan lainnya langsung melakukan survei kadar keasaman tanah dengan tujuan agar para petani mampu menentukan kebutuhan kapur pertanian dalam budidaya.
Abdimas turut dihadiri, dosen FP Unita antara lain, Ir Saudur Simangunsong MSi, Nixson Panjaitan SP MP, Ir Rolan Siregar MP, Theodora Nainggolan SP MSi dan sejumlah mahasiswa/mahasiswi.
Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *